Protokol Tak Berarti Pembawa Acara

Posted by Kang Hermanto on Minggu, 03 Mei 2020

Saat beraktifitas di OSIS SMA dulu, dalam sebuah acara saya kerap mendapati pertanyaan, "Yang jadi protokol siapa?", "Protokol-nya siapa?". Setelah diusut, yang dimaksud protokol tersebut rupanya pembawa acara. Ya, istilah protokol memang kerap diidentikkan dengan pembawa acara. Di banyak tempat demikian.

Padahal sejatinya tidak demikian. Dalam hal ini perlu kita pahami bahwa istilah protokol berasal dari bahasa Yunani yaitu protos dan kolla yang dalam arti harfiah mempunyai arti perekat yang pertama. Ini semacam cover pada sebuah dokumen. Maknanya, protokol berkaitan dengan hal-hal yang bersifat pertama atau utama. Dari sini pula kita bisa pahami istilah jalan protokol di suatu wilayah. Maka jalan yang dimaksud merupakan jalan yang berada di jantung wilayah atau area utama.

Selanjutnya Thanon (2017) menuturkan bahwa Ensiklopedia Britanica 1962 mendefinisikan Protocol is a body of ceremonial rules to be observed in all written or personal official intercourse between the Heads of different States or their Ministers. It lays down the styles and titles of states, their Heads and Public Ministers and indicates the forms and customary courtessies to be observed in all international acts.

Jika membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia, protokol diartikan sebagai surat-surat resmi yang memuat hasil perundingan (persetujuan dan sebagainya), tata cara (upacara dan sebaginya) yang secara internasional berlaku dalam hubungan diplomatik. Definisi ini kian mementahkan bahwa protokol sama dengan pembawa acara.

Lebih lanjut, UU Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan mengatur perihal aktifitas protokol di negara kita. Di Pasal 1 ayat (1) dijelaskan bahwa, "Keprotokolan adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/ atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan atau masyarakat.”

Nah... sampai di sini, telah kita pahami bahwa protokol itu tak berarti pembawa acara ya. Protokol merupakan bidang aktifitas yang lebih luas dari itu. Namun dalam suatu acara, sekali waktu protokol memang terkait dengan tugas pembawa acara. Protokol menaungi aktifitas tersebut. [*]

Previous
« Prev Post

Related Posts

19.04

0 komentar:

Posting Komentar